business model

next assignment from mr. apiq is make a business modeeel!!!

sebagai seorang ank bisnis manajemen pstinya kl soal bisnis membisnis itu gak akan sulit dan susah, tp ternyata susah juga mau bikin bisnis model aja, nah pak apiq kemaren ngasih option 3 buah buat bikin bisnis model yaitu : bisnis model buat station tv, operator telco atau social network. dan saya memutuskan untuk membuat bisnis model dari sebuah station tv, tp karena blm ada gambaran sebelumnya saya bersama kakak saya yang sangat baik dan ingin membantu telah melakukan ritual mengarang dan mencari wangsit dulu, jadi inilah contohnya :
kalo ini contoh bisnis model untuk di bidang finace dan modelnya juga beda sama model yg udh pak apiq kasih kemaren, hehe iseng2 pak. nah jd disini tuh dikasitau ada value apa aja yg dibutuhin untuk sebuah leverages, trus product yang kita fokusin ada dimana, ada juga economic scale yang akan berpengaruh disini, lalu akan dilihat untung atau tidak untungnya itu dari perbandingan cost sama revenue yang kita iliki, kedua hal ni akan digabungkan lalu akan dilihat mana dari kedua poin itu yang bernilai paling besar dan tinggi. cuman di lain itu diliat juga obstacle yang aterjadi di bidang ini, dengan adanya sebuah business model maka perusahaan akan memiliki pandangan atau gambaran setidaknya 50% untuk berjalannya perusahaan itu, company akan lebih sadar dan akan melakukan sebuah perubahan yang baik untuk berjalannya bisnis mereka, mereka akan lebih siap bila terjadi sebuah masalah karena sebelumnya mereka telah memprediksi hal-hal apa saja yang akan terjadi pada perusahaan.

selanjutnya adalah bisnis model untuk sebuah station tv. berikut adalah business model dari station tv :

nah, dari bisnis model ini seorang pemiliki station tv akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus perusahaan isi dan kerjakan untuk berjalnnya bisnis mereka, pada awalnya perusahaan harus mendeskripsikan valu apa yang mereka miliki, apa yang ingin mereka berikan kepada penonton, apa yang ingin mereka sajikan kepada penonton, setelah semua hal itu dideskripsikan dengan kompleks, lalu company dpt menentukan target mereka untuk siapa, sebenanrnya di dalam insan pertelevisian terdapat beberapa macam show yang disajika oleh tv, dan show tersebut pastinya juga memiliki target yg berbeda, misalnya :

acara ini lebih menarik target anak-anak

sedangkan acara kuliner yang di bawakan oleh bondan winarno di salah satu station tv swasta lebih menargetkan kepadapenonton yang menyukai kuliner atau ibu2 yang suka masak.

nah, dari dua jenis acara ini aja udah kelaitan jelas dan beda banget targetpenontonnya, oleh karena itu setiap station tv pasti tidak hanya memiliki satu atau dua target saja, melainkan mereka memiliki banyak target dan semua target itu akan tergantung kepada acara tv nya, ohy ada juga station tv yang lebih concern untuk menayangkan seputar dunia berota teruuuus, kyk CNN gitu, dan ternyata di indonesi ajuga udh ada ya walaupun masih sedikit diselipin sm acara hiburan lainnya, knp gt??krn org indonesia ini adalah org yg gak suka sama hal-hal yg itu aja, atau bahasa lainnya org indo lebih suka sama acara tv yg disebut sama SINETRON, dari tahun 90an tipe acara tv ini udh terkenal dan ngebooming bgt di kalangan ibu-ibu di indonesia, mulai dari tersanjung 1-6 :

sampai sinetron zaman sekarang adanya sinetron CINTA FITRI 1-6 juga (bener gak tuh serinya udh smpe 6??hhaha)

nah acara2 inilah yang menkayakan perusahaan pertelevisian, hahahaha baguus baguuus.

selnjutnya adalah sebuah perusahaan juga harus memperhatikan bagaimana cara mereka menyalurkan atau memprosmosikan aacara mereka kepada masyarakat indonesia, ya kalo ini ya gampanglah ya, kan bisa dari iklan di tv, iklan diradio, trus pake baligo, trus pasang iklan jalan di tv, iklan di internet, banyak deh cara-cara yng bisa dipake buat promosiin sebuah acara, terlebih lagi kalo acara itu banyak yg minatin, nah itu gampang banget tinggal dijalanin aja, ya contoh gampangnya sih acara sinetron, sinetron walaupun aneh2 gitu tapi banyak bgt yang minat, walaupun itu sinetron alur cerita selaluuu sama aja tapi tettteeep aja masih banyak ada org yg nonton dan tergila-gila sama artisnya(hadeuuuhh….)

nah, setelah itu sebuah tv station juga harus memerhatikan hubungan mereka dengan penonton dan para fansnya, cara untuk menjalin hbungan dengan para fans yang ada adalah dengan membuat sebuah community atau sebuah acara perkumpulan, selain itu agar kita bisa mengetahui keluh dan kesan dari penonton adalah dengan melayani customer services yaitu dengan adanya sebuah call center untuk tv station agar setiap org yang ingin menyalurkan ide atau kritik mereka dapat disampaikan melalui call senter ini. daaaan dari semua ini yang akan kita berikan dan kita siapkan untuk penonton maka akan lah muncul sebuah pendapatan yang kita dapat,  pendapatan itu didapat dari program2 acara yang kita berikan kepada penonton. pendapatan yang bisa kt peroleh yaitu bisa berupa kontrak yang terus dilanjutkan, rating acara yang tinggi, pendapatan berupa materiil dari setiap acara yang kita tayangka,n, dll dkk dst.

namunnnn perlu diingat, bahwa pendapatan yang akan kita dapat tentunya tidak didapatkan dengan semudah itu, tentunya diperlukan sebuah unag atau yang lebih tepatnya disebut dengan biaya, nah biaya itu juga bermacam-mcam, mulai dari biaya untukk kegiatan yang berkaitan dan berhbungan dengan acara kita, misalnya terhadapt pemda sekitar, perijinan yang memungkinkan keluarnya biaya, untuk sebuah team yang akan turut serta kerjasama dalam proses pembuatan acara ini seperti tim artis, tim makeup, tim design, tim backstage dan tim lainnya yang ikut turut kerjasama, namun untuk mmudahkan dalam mencari sebuah jalan keluar untuk membayar semua biaya ini adalah dengan diadakanny asebuah tindakan kerjasama dengan pihak lain diman pihak lain yang kita kenal dengan sebutan partnerm dengan adanya partner maka akan dapat muncul sebuah sponsor dimana kita akan dibiayai oleh mereka dalam acara tertentu dan dengan ketentuan tertentu jua, dengan ketentuan itu yang dikenal dengan sebutan kontrak, bila kita memberikan hasil yang baik dan proses yang baik maka kontrak kita dapat diperpanjang oleh pihak itu namun bila tidak maka akan sebaliknya, maka diperlukannya lah sebuah kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. cost yang dimiliki oleh sebuah perusahaan mungkin bisa kan setimpal dengan revenue yang didapat atau juga bisa tidak seimbang, krn bisa saja pada saat itu terjadi sebuah over budget dlam memproduksi acara tertentu dan ditambah lagi acara itu tidak laku dipasaran , biasanya acara yang tidak laku dipasaran itu adalah acara yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman, misalnya aja beberapa film “nenek moyang seperti angling dharma” yang saampai saat ini masih saja diputar dan ditayangkan oleh station tv itu.

untuk membuat sebuha keseimbangan atau tidak terjadinya over budget pada salah satu acara maka diperlukannya sebuah survey terlebih dahulu dimana di survey itu nantinya akan menunjukan hasil yg konkrit mengenai acara yang booming di saat itu. ohy untuk lebih jelas bagaimana cara dalam pembuatan business models, ini nih gw bakal jelasin gmn caranya :

ok selanjutya akan gw jelasin dengan bhasa inggris.

How do we use this framework?

First we need to understand the components in more detail.

On the left of the chart above you have the supply-side issues, and on the right the demand-side ones. Different companies perform to different levels in each of the essential component areas of a business model. You can typically only be world-class or strategically differentiated in one (or at most two) of these areas. Here are some examples to bring the diagram to life:

  • In the middle is the value proposition. The core proposition of ‘mobile telephony’ has been highly successful to date and is the proposition we’re all looking to build on. Examples of other successful ‘value propositions’ from the telco world include Nextel’s walkie-talkie service, Direct Connect and Motorola’s TETRA public safety networks. For Media value props you could choose The Wall Street Journal (editorial independence and excellence of analysis) or The Economist (the perfect bundle of important news for important people).
  • Intel has access to chip design and manufacturing technology that is only marginally differentiated from its competition. However, they have excelled at partnerships with PC manufacturers, Microsoft and retailers by embedding themselves into the value chain and in the consumer’s mind. Good examples in Telco are DoCoMo (with i-mode) and the UK retailer Carphone Warehouse (with its multi-operator product offering). In Media an example is the almost limitless merchandising by Lucasfilms around the Star Wars franchise.
  • Apple’s design abilities are an example of capabilities that others find hard to replicate. In telecoms AT&T/Bell Labs (pre de-merger) were the leader in all things electronic and optical, and today Qualcomm’s CDMA patent portfolio shows off strong ‘capabilities’. In Media you could pick Pixar with its CGI animation skills. (Most of the Network Equipment Providers are very strong here, of course. Their challenge is to create skills to support their clients in the other component areas of new business model framework if they wish to truly add value and differentiated).
  • Cisco is the daddy of supply-chain configuration. In telecoms Sprint PCS (with its multi-level affiliate network build-out model), Telenor (buying exclusive football rights), Nokia (with its mass-market handset efficiency), and Yahoo! in Media (acting as the aggregator and integrator) demonstrate strong ‘supply chain configuration’ skills.
  • Wal-Mart is the master of the cost model. For example, their trucks always drive with headlights on because they’ve worked out that the cost of fewer accidents outweights the extra fuel consumption. They recycle boxes and palettes while others are throwing them away. You don’t get to keep the hanger when you buy a t-shirt from them, as it goes straight back to the rack.

In telco, EasyMobile tried (but failed) as an MVNO with its web-only sales and support, while Vodafone reaps the benefits of scale in procurement and is driving family and workgroup plans through lower on-net call costs. Iliad in France offers a superb example of creative thinking in telco, in terms of building out its network at low cost (buying up distressed assets, eshewing the normal equipment vendors, and using open source software and developing in-house).

In Media, it’s worth looking at companies like Moviebank , an automated self-service DVD rental service.

  • By moving to the Web, Dell achieved a distribution model that outpaced rivals. As a by-product of build-to-order their supply chain was leaner and more agile, requiring less inventory and working capital. In telecoms, examples of creating distribution strength include Swisscom hotspots (with their exclusive deals with leading hotels) and Verizon Wireless (perceived as the coverage leader – we’ll explain why this is ‘distribution’ at the end of this post). In media, you can look at News Corp (with content delivery via satellite) or the newspaper companies who provide free papers for commuters.
  • Gillette manages to maintain a customer relationship through the razor handle/blade system (you’re reaching for the Gillette brand every morning), which they then extend into adjacent markets like shaving cream and deodorant to achieve premium margins. You can only salivate at the margins on those replacement blades! Tesco Mobile has been successful by combining its MVNO service with in-store Clubcard loyalty programme.Virgin has a brand with strong cross-industry appeal. Disney (with its branding and characters) sucks you/your children in in the same way.
  • By bringing together searchers and advertisers in a unique way, Google became the master of the revenue model. Like a cargo cult, others busied themselves replicating spartan design or clever matrix algebra without understanding the increasing-returns-to-scale of Google’s advertising hub. In telco, we can look at Blyk (a new ad-funded mobile service) and 3 UK (with its revenue-sharing model for termination fees and user content).
  • In terms of finding new customer segments, Easyjet was the great pioneer of low-cost short-haul flights in Europe. In telecoms, Amp’d (the premium MVNO in USA focused on content and entertainment with $100ARPU), Tracfone (the Latino-centric operator in USA) and O2 in the UK (with its SMS bundles attractive to teens) are good examples, as is the BBC in the media sector (Multiple radio + TV channels covering all ABC1sub-segments).

Having looked at the components in the business model framework, let’s see how they are applied across an industry. To bring some perspective, we’ll start with the airline industry and then look at telco

Business Model change in the Airline Industry

  • Some airlines in Europe attacked new customer bases and segments: Ryainair for the price-conscious, Easyjet for the frequent shorthaul business traveller, Maxjet for the aspiring intercontinental business traveller.
  • Many airlines used to build reservation systems, operate catering, own travel agencies and retail stores, and have in-house maintenance. Now those capabilities are typically outsourced and they focus on narrower parts of the value chain: capacity planning, marketing and financial risk management (e.g. oil price hedging).
  • They have then partnered with other airlines to offer through-ticketing and shared frequent flyer programs to enhance their network effects and customer loyalty.
  • They have also increased their distribution channels by partnering with credit card companies — offering flyer miles for purchases to extend their “reservation” model .

Airlines have also innovated in their revenue model. Many airlines, especially in the US, have been kept afloat by the credit card companies in hard times. This is because credit cards offering frequent flyer miles for purchases have been immensely successful. (Flying appears to be a not-for-profit activity compared to creating funny money!)

The trick is to sub-divide a product and re-sell it at a higher mark-up. You might have thought that an aircraft seat is hard to split up, but airlines don’t just sell “A to B transport”. They sell tickets, which are options to fly — i.e. seat reservations which can be redeemed against specific flights, or any flight, or even multiple flights on different airlines with interline or partnership agreements. Airline miles are just micro-divisions of those options sold at a huge mark-up.

A broadband pipe is likewise just a sequence of options to communicate that you may or may not choose to exercise, and a phone call or text message is a very expensive way of buying sub-divided bits of connectivity. By slicing and dicing the pipe into smaller chunks and bundling them differently with applications and devices you can gain higher margins (more on this in forthcoming posts…).

Applying this Framework to Telecoms business models

For each of the 9 component parts of the business model framework we need to consider a set of telecoms-specific questions to help form a view of a.) the markets we might wish tackle and b.) the way we might tackle them. Here are examples of the questions, none of which are black or white:

* Capabilities: A key question revolves around network technology, eg. HSDPA or WiMAX?
* Supply Chain: Open-source IT tools or NEP-centric telco solutions?
* Partners: Open Platform or Controlled ecosystem?
* Cost Model: Optimise costs (eg. more efficient call centres) or Eliminate costs (web service only)?
* Value Proposition: Traditional comms or Original/Differentiated (see our ‘Blue Ocean’ example here)
* Customer Relationships: Personal (eg. SK Telecom asking customers to submit new feature ideas) or Impersonal (eg. pre-pay).
* Customer Segments: Should we going macro or micro? Broad market appeal or Niche?
* Revenues: Upstream (eg. advertisers) or downstream (consumers/business)?
* Distribution Channels: Centralised or distributed?

So, which of these 9 component areas is the best place to start and/or the most important?

The temptation is to start with Customer Segments, and conduct large customer research studies. Clayton Christensen, Harvard Professor and author of ‘the Innovators Dilemma’ recently warned us against this:

“The creation of new business models is substantially different from the innovation of new products or services. Most new products and technologies can be sold through the existing business models. In fact, the corporation will reject process or resource allocations that don’t fit its business model. A powerful reason why companies aren’t good at business-model innovation is because the kind of products that are required to be the seed of a new model can’t get through the resource allocation process.”

“Your customers will never lead you to a new business model. Customers always are important, but the ones that will value a new business model will be very different, and their significance will be different.”

“A better approach [than asking customers what they want] is to understand what ‘job’ they are already doing, what products they currently ‘hire’ to do those jobs, and where are the gaps between the two.”

So, this suggests starting somewhere else. Since telecoms is fundamentally a distribution business – it distributes bits and bytes from A to B – the winning approach tends to consider the Distribution area first. Verizon Wireless’s ‘Can You Hear Me Now?’ campaign was far more effective than Sprint’s PCS Vision campaign. The former was about coverage — a form of service distribution. The latter was about a value proposition around smart features.

Now, the critical thing to recognise is that in telecoms ‘Distribution Channels’ should be sub-categorised into 4 distinct but interrelated elements:

  • Retailing (store and web)
  • Provisioning
  • Payment (Payphones, ATM top-ups, online top-up, convenience store top-ups, street vendors)
  • Transport (cellular, broadband, broadcast, physical media).

ini adaalah contoh yg dapet dr internet lalu gw kaitkan dengan operator telco.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: